Ciri-ciri Level Patologi:
- Tentu saja kita mengalami kecelakaan, ini bisnis yang berbahaya.
- Keselamatan adalah masalah yang disebabkan oleh para pekerja.
- Pecat si idiot yang mengalami kecelakaan itu
- Target kita adalah bisnis dan keinginan untuk tidak tertangkap oleh regulator. Pengacara kita mengatakan tidak apa-apa
- Mengapa kita perlu membuang waktu kita untuk keselamatan staf?
- Para pengacara mengatakan tidak apa-apa tentu saja kami mengalami kecelakaan,
- Keselamatan adalah masalah yang disebabkan oleh pekerja.
- Penggerak utama adalah bisnis dan keinginan untuk tidak tertangkap oleh regulator.
- Departemen keselamatan dianggap memiliki tanggung jawab utama atas keselamatan.
- Banyak kecelakaan dipandang sebagai hal yang tidak dapat dihindari dan sebagai bagian dari pekerjaan.
Safety Culture Series: Level Patologi di lingkungan Industri Minyak
Level patologi dalam budaya K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merujuk pada tingkat di mana suatu organisasi atau lingkungan kerja memiliki kondisi atau perilaku yang merugikan, bahkan mungkin berbahaya, terhadap K3. Istilah “patologi” di sini mengacu pada kondisi yang abnormal atau penyimpangan dari keadaan yang sehat atau aman.
Dalam konteks budaya K3, level patologi menunjukkan bahwa ada masalah struktural, perilaku, atau sikap di tempat kerja yang menghambat prinsip-prinsip K3. Ini bisa mencakup hal-hal seperti:
Ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan: Karyawan mungkin tidak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk menjaga keselamatan, entah karena kurangnya pelatihan, kesadaran yang rendah, atau sikap yang acuh tak acuh terhadap risiko.
Kondisi lingkungan kerja yang tidak aman: Ada faktor-faktor fisik di tempat kerja yang meningkatkan risiko cedera atau penyakit, seperti kurangnya peralatan keselamatan, kebocoran bahan berbahaya, atau keadaan yang tidak terawat.
Budaya yang mengabaikan keselamatan: Budaya kerja yang menekankan produktivitas di atas keselamatan, atau memperlakukan peraturan K3 sebagai hambatan bagi produktivitas, dapat menciptakan lingkungan di mana risiko keselamatan diabaikan.
Ketidakpedulian terhadap kesehatan mental: Budaya yang tidak memperhatikan kesejahteraan mental karyawan, atau bahkan mempromosikan stres berlebihan atau tekanan kerja yang tidak sehat, dapat menjadi faktor yang menyebabkan tingkat patologi dalam budaya K3.
Penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi level patologi dalam budaya K3, karena dapat memiliki dampak serius tidak hanya pada kesehatan dan keselamatan karyawan, tetapi juga pada produktivitas dan reputasi perusahaan. Ini melibatkan upaya untuk mengubah sikap, perilaku, dan struktur organisasi agar lebih mendukung prinsip-prinsip K3 yang sehat dan aman
