
DUKUNGAN MANAJEMEN
Pengaruh manajemen dalam meningkatkan K3 sangatlah besar khusus ketika budaya K3 belum terbentuk secara baik di dalam perusahaan katakan masih dilevel pathologi hingga level kalkulatif. Kontribusi terbesar yang diharapkan pekerja dari manajemen adalah kontribusi dukungan secara aktif baik dukungan dana, sumberdaya yang memadai dan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan produksi organisasi dengan aman, termasuk fasilitas penunjang juga training-training untuk meningkatkan kompetensi dari pekerja.
Jika perusahaan Anda butuh support untuk peningkatan K3, Hubungi Konsultan Safety 08111246468
DAMPAK DUKUNGAN YANG BURUK
Ketika kontribusi manajemen terhadap permasalahan K3 ini buruk maka akan berdampak pula kepada masalah produktivitas perushaan. Perushaan bisa kehilangan ber jam-jam waktu produksi dikarenakan berkurangnya effektitas dari sistem yang membuat pekerja berpikir ulang ketika harus melakukan suatu pekerjaan dikarenakan kondisi keselamatan kerjanya masih dipertanyakan. Kondisi ini bisa diperburuk jika komunikasi dari manajemen ke pekerja tidak lancar yang ditunjukkan dengan kurangnya dukungan saat ada pembicaraan yang berhubunga dengan K3.
JADIKAN PROGRAM JANGKA PANJANG
Manajer perlu menunjukkan sikap positif terhadap kesehatan dan keselamatan sehingga dapat mengalir ke bawah kepada staf mereka segala informasi yang diperlukan untuk menjadikan operasi kerja lebih aman. Pendekatan proaktif untuk kesehatan dan keselamatan lebih hemat biaya daripada pendekatan reaktif dalam menghadapi hasil kegagalan.
Manajer harus memikirkan investasi keselamatan dan kesehatan kerja untuk jangka panjang bukan jangka pendek yang seolah-olah membebani biaya operasional. Bagi perusahaan yang menerapkan prisnsip-prinsip keselamatan tidak akan mengorbankan keselamatan kerja karena tujuan produksi.
Manajer harus menunjukan kepedulian kepada pekerja, membuat suasana terbuka dan saling mempercayai, bahkan memberikan pujian atau appresiasi untuk memberi semangat pekerja. Manajemen juga perlu terus mendorong karyawan untuk melaporkan kecelakaan atau kejadian nyaris celaka, yang kemudian harus dianalisis secara mendalam dan ditangani oleh manajemen.


