Pekerjaan Konstruksi Bertumbuh Pesat
Dalam beberapa tahun terakhir dalam kontraktor konstruksi untuk gedung, perumahan, jalan, jembatan, dan prasarana lainnya lebih memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan K3 daripada sebelumnya. Dalam pelaksanaan proses pekerjaan konstruksi dituntut penggunaan tenaga kerja yang sangat besar. Realitsanya, tingkat pendidikan pekerja dalam sektor konstuksi relatif rendah dibandingkan dengan sektor lain, misal sektor manufaktur.

Pekerja Konstruksi Berpotensi Kecelakaan
Penggunaan tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah membuktikan bahwa sektor ini memberikan andil yang cukup tinggi dalam hal timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja tersebut umumnya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya tingkat pengetahuan pekerja, kurang disiplin, kondisi tempat kerja yang kurang terawat baik.
Kontraktor perlu menerapkan SMK3 supaya berkinerja lebih baik dan memiliki persentase retensi tenaga kerja yang lebih tinggi. Kedepannya pekerjaan konstruksi bergeser ke arah penggunaan teknologi yang akan berpengaruh pada cara kerja petugas K3 dalam melakukan interaksi di tempat kerja.
Jika Anda memerlukan Safety Officer Keselamatan dan Kesehatan kerja Kontruksi, Konsultan Safety siap membantu.
Gunakan Teknologi
Beberapa perusahaan menggunakan drone melakukan supervisi K3 secara langsung terhadap pekerjaan-pekerjaan yang posisinya sulit dijangkau sehingga memungkinkan petugas K3 seolah-olah berada “di sebelah” individu yang melakukan tugas tersebut.
Petugas K3 perlu punya kemampuan yang tinggi untuk mendeteksi lebih awal terhadap bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja kontruksi. Oleh karena itu petugas perlu dilibatkan mulai tahap awal sehingga bisa melakukan pencegahan, mitigasi dan respon lain yang diperlukan sesuai dengan bahaya yang teridentifikasi di IBPPR
Konsultan Safety siap membantu pekerjaan kontruksi di area Curug-Tangerang– Hub. 08111346468
{

|

|
