
Safety Climate Survey – Survey Iklim Budaya K3
Budaya keselamatan (Safety Culture) dan iklim keselamatan (Safety Climate) adalah konsep yang saat ini menarik banyak perhatian di sejumlah besar dan sektor industri. Salah satu alasannya adalah budaya keselamatan yang baik dan
iklim keselamatan adalah faktor terpenting dalam mencapai tempat kerja yang aman yang merupakan tujuan utama organisasi dan pekerja.
Untuk melihat budaya keselamatan dalam suatu Perusahaan hanya bisa dilakukan dengan mengukurnya menggunakan Iklim Keselamatan (Safety Climate). Konsultan Safety telah melakukan beberapa kali mengukur penerapan Budaya K3 di Perusahaan dengan mengukur Iklim budaya K3 pekerja di perusahaan tersebut.
Lingkup pelaksanaan pengukuran Iklim budaya K3 dilakukan melalui tiga tahap:
- Pengumpulan data. Hal ini dicapai melalui serangkaian kuesioner survei K3, wawancara dengan pekerja hingga manajer lokasi, melakukan fokus grup diskusi dengan pekerja untuk mengumpulkan informasi tentang praktik keselamatan kerja setempat masalah budaya. Pengumpulan data juga dilanjutkan dengan observasi langsung bagaimana prinsip-prinsip keselamatan diterapkan waktu bekerja dan juga mereview penerapan sistem manajemen K3 di loaksi. Kegiatan kuesioner survai K3 dilakukan secara online selama 1 minggu sedangkan untuk wawancara, fokus grup diskusi, observasi pekerja dan review sistem manajemen K3 akan membutuhkan waktu 2 minggu di lokasi kerja.
- Analisis data. Informasi baik dari kuesioner survei K3, wawancara, fokus grup diskusi, observasi langsung dan review penerapan sistem manajemen K3 dikumpulkan dan dianalisis di luar lokasi, dengan temuan-temuan kunci yang diintegrasikan ke dalam presentasi yang akan digunakan pada Workshop Manajemen.
- Presentasi Hasil ke Manajemen. Sebuah presentasi tehadap temuan untuk perbaikan dan peningkatan dilaksanakan disamapaikan ke managemen perusahaan tersebut
Pengukuran iklim K3 sangat berguna untuk menentukan iklim K3 saat ini, yang dapat dipakai sebagai:
- gambaran yang berguna tentang tingkat budaya K3 organisasi yang ada
- menunjukkan aspek positif dan negatif dari K3 perusahaan
- membantu organisasi mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan manajemen sistem K3
- menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan profil K3 dalam suatu organisasi yang bisa melibatkan pekerja hingga manjemen
- meningkatkan partisipasi karyawan dan tingkat K3 dalam perusahaan
- membantu organisasi mengidentifikasi masalah dengan aturan dan prosedur yang ada dan dapat mengetahui area yang ada ketidakpatuhan
Konsultan Safety berpengalaman dalam melaksanakan Survei Iklim K3 | Safety Climate Survey di perusahaan besar. Hubungi 08111346468
Pengertian Iklim Budaya K3

Istilah ‘budaya’ mengacu pada ‘nilai-nilai dan keyakinan bersama’ yang terlihat menjadi ciri organisasi. Ini sering dibingkai dalam pernyataan dan kebijakan visi perusahaan. Beberapa ahli dalam budaya organisasi menggambarkan bagaimana orang memperoleh ‘program mental’ atau ‘perangkat lunak pikiran’, yang menciptakan pola pemikiran, perasaan dan tindakan. Pola perilaku ini unik untuk organisasi dan sering membedakan satu kelompok (atau kategori) orang dari yang lain.
Budaya K3 dapat dilihat sebagai bagian dari budaya organisasi secara keseluruhan. Ini mungkin digambarkan sebagai nilai-nilai atau keyakinan bersama yang mencirikan K3 dalam organisasi. Ini telah didefinisikan oleh Komite Penasihat K3 di Instalasi Nuklir (ACSNI) sebagai:
‘produk nilai-nilai Pribadi dan kelompok, sikap dan keyakinan, kompetensi dan pola perilaku yang menentukan komitmen, dan gaya dan kecakapan, manajemen K3 organisasi’.
Iklim budaya K3 dalam organisasi, pada kenyataannya, telah digambarkan sebagai ‘cara kita melakukan sesuatu di sekitar sini sekarang’, atau persepsi ‘bersama’ tentang kebijakan, praktik, dan prosedur. Dengan demikian, iklim K3 menggambarkan aspek organisasi yang dipengaruhi oleh cara orang berperilaku, bagaimana mereka berpikir dan merasa tentang masalah K3.
Pelaksanan Pengukuran Iklim Budaya K3
Iklim K3 akan diukur dengan menggunakan kuesioner survey budaya K3 dan diperkuat dengan interview pada pekerja, grup diskusi, observasi langsung terhadap perilaku pekerja dan review penerapan sistem manajemen K3 di lapangan.
Kuesioner survei K3
Melakukan survey dengan pertanyaaan untuk mengukur sikap pekerja tentang apa yang dirasakan dan apa yang diyakini berhubungan budaya K3 di tempat kerja yang akan mempengaruhi dalam melaksanakan pekerjaan. Kuesioner survey ini dikirim ke semua level pekerja dari pekerja hingga manajemen baik yang sedang on-duty maupun off-duty. Secara keseluruhan ada 43 pertanyaan, jawaban dari pertanyaan dikelompokkan juga berdasarkan bagian, level pekerja, lama bekerja dan status pekerja.

Interview Pekerja
Interview pekerja ini sebagai komunikasi informal untuk menggali lebih dalam tentang ide, saran, kekhawatiran, informasi tentang permasalahan yang sedang dihadapi, atau usulan pendapat tentang permasalahan untuk perbaikan sistem K3. Hal lain yang perlu digali lebih dalam interview ini adalah jika ada sikap pasif karyawan yang sering melihat sesuatu tetapi menyimpan informasi itu untuk diri mereka sendiri.
Mengukur persepsi yang dimiliki orang tentang budaya kerja mereka idealnya dilakukan di tempat kerja selama jam kerja dan dalam konteks kelompok. Pengukuran harus menjadi “snapshot” dari budaya K3, dan memastikan interview semua karyawan

Fokus Grup Diskusi
Melakukan Focus Group Discussion pada 10 group @30 menit per group untuk memberi kesempatan pada pekerja untuk bisa menjelaskan lebih dalam persepsi K3 dari pekerja, dan menggali masalah K3 yang tidak bisa disampaikan secara normal. Metode yang dipakai dengan memberikan komentar trendline K3 menurut apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan di sepanjang tahun mereka bekerja dan untuk memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menyampaikan usulan-usulan penting yang sulit disampaikan kepada managemen.
Disisi lain Focus Group Discusion juga sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tambahan yang berhubungan dengan elemen Safety Climate Survey yang mempunyai response rendah.

Obervasi langsung
Observasi langsung ini untuk melihat dan memahami perilaku pekerja waktu bekerja di lapangan dan diukur dengan menggunakan metode Based Behaviour Safety (BBS) dengan prinsip Antecedent Behavior Consequence (ABC) perilaku model. ABC model ini mengasumsikan bahwa semua perilaku memiliki satu atau lebih anteseden memulai perilaku dan satu atau lebih konsekuensi yang bisa menyebabkan seseorang pengulangan perilaku. Observasi langsung ini lebih ditujukan pada kepatuhan terhadap standar aturan K3 sedang untuk percakapan dengan pekerja terbatas jika terdapat perilaku yang tidak aman.

Review Penerapan Sistem manajemen K3
Tujuan dari review penerapan sistem manajemen K3 adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana HSE yang telah disepakati di dalam kontrak dan melihat bukti penerapannya sesuai stardar kaidah sistem manajemen K3.

