
Safety Maturity – Perlukah memberi Insentif dan penghargaan K3?
Mengapa insentif dan penghargaan penting?
Pada level kedewasaan budaya K3 yang masih berada di level Pathological, Reactive, Calculative dan Proactive, insentif dan penghargaan untuk karyawan dan pekerja masih diperlukan sebagai salah satu cara untuk mendorong meningkatkan budaya K3 yang baik di lokasi kerja. Insentif dan penghargaan dapat berguna untuk:
- mendorong orang untuk mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan;
- memberi penghargaan kepada mereka yang mencapai kinerja kesehatan dan keselamatan yang luar biasa;
- menghargai mereka yang mendukung secara aktif budaya yang baik di lokasi;
- mendorong partisipasi dalam inisiatif keselamatan seperti survei;
- mendorong, menghargai dan memperkuat perilaku aman yang spesifik

Jenis insentif:
Jika memamng perusahaan harus memberikan insentif maka perusahaan harus berhati-hati supaya tidak menimbulkan rasa cemburu. Beberap jenis insentif yang bisa diberikan untuk meningkatkan budaya K3 antara lain:
- Token berupa topi, tumbler, kaos, tas dll untuk temuan yang baik terhadap kondisi yang tidak aman mauun perilaku yang tidak aman
- Pemberian Hadiah satu kali – untuk individu, atau untuk kelompok atas prestasi peningkatan K3 sperti selesainya suatau proyek.
- Voucher hadiah bulanan – skema bulanan dimana mereka yang menerima voucher hadiah untuk perilaku aman yang diamati, namanya dimasukkan ke dalam pengundian hadiah untuk menerima hadiah uang tunai atau voucher hadiah untuk sebuah toko.
- Skema insentif moral – organisasi memberikan Rp. 50.000,- untuk amal untuk setiap perilaku aman yang diamati, atau untuk setiap orang yang menghadiri acara kesehatan dan keselamatan. Adanya organisasi dari masyarakat setempat untuk meminta dana. Mereka kemudian memberi mereka dana untuk hal-hal spesifik itu. Atau mereka yang menghadiri acara tersebut dapat memilih amal untuk disumbangkan.
- Pengundian keselamatan – undian bulanan untuk semua pekerja bisa mendapatkan voucher makan dengan keluarga untuk berperilaku aman.
- Hadiah lainnya bisa termasuk voucher belanja, voucher sarapan dll. Ini menunjukkan pengakuan langsung atas perilaku aman dan praktik baik yang diamati oleh individu yang menerima penghargaan dan rekan-rekan mereka. Voucher sarapan mungkin menawarkan makanan dan minuman kantin gratis.
- Imbalan bulanan yang melibatkan akumulasi pengakuan oleh orang lain, misalnya penghargaan ‘orang yang aman bulan ini’.

Hal-hal penting untuk dipertimbangkan:
Perusahaan harus membuat aturan main yang jelas mengenai skema pemberian appresiasi agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
- Sangat penting bahwa skema penghargaan Anda dikomunikasikan sepenuhnya kepada pekerja – setiap orang harus tahu apa yang diperlukan untuk mencapai penghargaan dan apa yang dicari pengamat.
- Dengan menjadikan skema hadiah sebagai bagian dari rutinitas harian pabrik, maka ini akan mendorong partisipasi pekerja
- Hindari pemberian penghargaan jika tidak ada perilaku tidak aman, berfokus pada imbalan perilaku aman yang dapat diamati.
- Ikut sertakan subkontraktor, serta karyawan, kelompok yang berbeda
Evaluasi pemberian insentif:
Selalu berikan umpan balik tentang pemberian insentif dan penghargaan menggunakan poster, penygumuman di pabrik, rapat tim, atau buletin untuk menentukan yang dapat penghargaan beserta kriterianya.
Mengkomunikasikan jumlah penghargaan yang diberikan kepada pekerja menunjukkan bahwa mereka efektif. Namun, penting untuk diingat bahwa ada beberapa orang, meskipun ingin menerima hadiah, mungkin tidak menginginkan di umumkan.
Pikirkan dan pertimbangkan dampak penghargaan yang dipilih karena bisa berdampak positif untuk meningkatkan budaya K3 namun juga bisa menurunkan budaya K3 jika pekerja hanya mengejar insentif dan penghargaan. Pekerja bisa jadi akan selalu menunjukkan angka staistik yang bagus atau menyembunyikan data atau kejadian demi mendapat insentif atau penghargaan.

Insentif pada level Generatif atau Resilient
Insentif sangat bagus untuk mendorong pekerja bersemangat untukmemberikan kontribusi K3 pada perusahaan namun sebanding dengan meningkatnya kedewasaan budaya K3 perusahaan maka insentif akan semakin berkurang karena sudah menjadi hal yang seharusnya di lakukan. Seperti seorang anak-anak yang perlu diberi insetif tetapi dengan beranjak dewasa insentif tidak dipelukan lagi karena pola pikir dewasa dengan berkontribusi lebih pada keluarga.
Pada level Generatif atau Resilient, perusahaan menganggap Pekerjanya telah termotivasi oleh keselamatan di tempat kerja dan lingkungan; oleh karena itu, perusahaan melihat sistem penghargaan tidak diperlukan lagi
Insentif dapat di perhitungkan dalambentuk performance individu perusahaan yang menjadi acuan perhitungn bonus akhir tahun.
Incase ada kegiatan-kegiatan khusus yang melihatkan pekerjaan K3 yang besar misal saat Turn-Around, Project Revamp, upgrade System dll, maka appresiasi masih bisa di laksanakan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dari pekerja yang lainnya.

/>