Tinjauan Awal K3 | Konsultan SMK3 di Bima Hub. 08111346468

Jasa Konsultan SMK3 di Bima

Tinjauan Awal K3 | Konsultan SMK3 di Bima.

Setelah menetapkan komitmen mengenai K3 dalam bentuk Visi, Misi, Strategi dan objektif, maka perlu dilakukan tinjauan awai mengenai K3 dalam perusahaan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman berkaitan dengan aspek K3 (SWOT-Analysis) atau ada menggunakan Gap Analysis.

Tinjauan awal ini merupakan awal dari pengembangan K3 dalam perusahaan. Tinjauan awal dilakukan untuk melihat secara umum kondisi K3 perusahaan dibandingkan dengan SMK3 yang berlaku melalui kegiatan-kegiatan berikut:

  1. Pemetaan Bisnis Proses Perusahaan.

    Berbeda dengan ISO 9001 pemetaan bisnis proses ditujukan untuk mengontrol dokumen dan qualitas sedangkan untuk keperluan SMK3 ini bertujuan lebih banyak yang berhubungan dengan K3:

    • Untuk memahami kompleksitas proses – upaya manajemen untuk meningkatkan proses
    • Untuk memahami perlatan yang dipakai dalam proses termasuk persyaratan operasinya
    • Untuk memperoleh keterampilan analitis yang diperlukan pekerja
    • Untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas.

    Dengan memahami step bisnis proses maka kebutuhan K3 dari setiap step proses akan mudah terindentifikasi termasuk gap dan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan K3 perusahaan.

  2. SWOT Analysis.

    Sekalipun SWOT analysis tidak diminta SMK3 namun ada baikknya kalau Analisa SWOT dilakukan untuk melihat potensi perusahaan untuk perbaikan yang berkesinambungan. SWOT mengasumsikan bahwa kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) seringkali bersifat internal, sedangkan peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats)lebih sering bersifat eksternal.

    Nama adalah akronim untuk empat parameter yang diperiksa teknik:

    • Kekuatan: karakteristik bisnis atau proyek yang memberikan keunggulan dibandingkan orang lain.
    • Kelemahan: karakteristik yang menempatkan bisnis atau proyek pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan yang lain.
    • Peluang: elemen dalam lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis atau proyek untuk keuntungannya.
    • Ancaman: unsur-unsur di lingkungan yang dapat menimbulkan masalah bagi bisnis atau proyek.

    Sejauh mana faktor internal perusahaan sesuai dengan lingkungan eksternal diungkapkan oleh konsep kesesuaian strategis. Identifikasi SWOT penting karena dapat menginformasikan langkah selanjutnya dalam perencanaan untuk mencapai tujuan. Berdasarkan pertimbangan SWOT, pembuat keputusan harus mempertimbangkan apakah tujuan dapat dicapai. Jika tujuan tidak dapat dicapai, mereka harus memilih tujuan yang berbeda dan mengulangi prosesnya.

  3. Analisa Kesenjangan (Gap Analysis)

    Kegunaan utama dari analisis kesenjangan adalah untuk memberikan dasar untuk mengidentifikasi dan mengukur sumber daya yang diperlukan baik waktu, uang, sumber daya manusia, dan sumber daya material lainnya untuk mencapai implementasi sesuai target kepatuhan SMK3

    Analisis Kesenjangan dilakukan sebagai berikut:

    • Tentukan keadaan saat ini: identifikasi proses dan kontrol K3 yang ada di dalam organisasi dan karakteristiknya.
    • Identifikasi target (tujuan): dengan membandingkan dengan organisasi lain (atau divisi lain dalam organisasi), tentukan target untuk setiap proses dan / atau pengendalian K3.
    • Analisis kesenjangan: identifikasi kesenjangan yang mungkin ada antara kontrol K3 yang ada saat ini dan persyaratan SMK3. Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi proses saat ini yang memerlukan perbaikan dan merencanakannya sesuai untuk mengatasinya.

    Karena targetnya yang utama pemenuhan persyaratan SMK3 maka checklist SMK3 audit dapat dijadikan referensi untuk Analisa Kesenjangan, dan secara paralel juga peraturan, perundang-undangan dan standard yang berlaku.

  4. Konsultan SMK3 dan ISO 45001 di Bima Hubungi: 08111346468

    Konsultan Safety membantu perusahaan Anda untuk mengimplementasikan SMK3 secara benar sesuai PP 50 tahun 2012 dan Permenaker 26/Men/2014, dan ISO 45001-2018. Lebih dari itu Konsultan Safety akan membantu perusahaan Anda untuk mencapai K3 kelas dunia, memberikan Safety Leadership Training, Procedure Development dan hal lainnya yang berhibngan dengan K3.

  5. Identifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko

    Penilaian awal dilakukan dengan mengadakan identifikasi bahaya secara umum untuk mengetahui masalah K3 yang ada dalam operasi perusahaan. Identifikasi bahaya ini sangat penting karena akan menentukan bentuk program K3 dan implementasi pengendalian yang akan dilakukan dalam perusahaan.

  6. Perbandingan Penerapan K3 dengan perusahaan lain atau sector lain yang lebih baik.

    Tinjauan awal juga dapat dilakukan dengan melakukan per-bandingan dengan perusahaan lain yang telah mcncrapkan SMK3 (benchmarking). Dengan membandingkan penerapan K3 ini maka dapat diketahui apa saja kelemahan dan kekurangan perusahaan yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan dalam program SMK3.

    Perbandingan ini dapat dilakukan dengan pemsahaan sejems atau dengan sektor yang sama misalnya sektor mdustn kimia, sektor minyak dan gas bumi, pctrokimia, dan lainnya.

  7. Peninjauan sebab akibat kejadian yang membahayakan

    Tinjauan awal juga dilakukan dengan meninjau sebab dan akibat kejadian yang membahayakan. Dengan mengetahui sebab kejadian maka dapat diketahui adanya penyimpangan yang ada dalam sistem K3.

    Menurut berbagai teori, kecelakaan terjadi karcna adanya sebab kecelakaan. Menurut Frank Bird kecelakaan terja karena adanya ketimpangan dari manusia {personal factor) dan ketimpangan dari pekerjaan (jobfactor). Dengan menganalisis kejadian dan sebabnya maka dapat diketahui kondisi awal K3 perusahaan dan permasalahan yang dihadapi.

    Kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian yang berkaitan dengan keselamatan dan penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan. Di samping itu juga perlu ditelaah berbagai kompensasi yang pernah diberikan seperti kompensasi kccelakaan atau adanya klaim dari pihak ketiga akibat K3.Tinjauan awal juga melihat berbagai basil ternuan atau rekomendasi K3 yang pernah dikeluarkan oleh instansi berwenang (misalnya Inspektur Kemenakertrans) atau lembaga audit K3 lainnya.

    Tinjauan awal juga dapat dilihat bagaimana menangani K3 selama ini. Selain itu, dapat juga dinilai apakah sumber daya yang ada sudah memadai dan cukup effektif untuk menjalankan semua program K3 yang diperlukan.

  8. Penilaian tingkat pengetahuan, pemenuhan peraturan perundangan dan standar kcselamatan dan kesehatan kerja.

    Tinjauan awal ini untuk mengetahui sejauh mana perusahaan telah memenuhi ketentuan atau norma K3 dengan menggunakan tolok ukur peraturan perundangan, pedoman, atau standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.

    Hasil tinjau awal ini merupakan masukan untuk menetapkan langkah K3 selanjutnya, antara lain dalam menentukan kebijakan K3 dan program-program K3 perusahaan.

    Sumber: Smart Safety oleh Soehatman Ramli dan ISO 45001-2018

    Konsultan SMK3 dan ISO 45001 di Bima Hubungi: 08111346468

    Konsultan Safety membantu perusahaan Anda untuk mengimplementasikan SMK3 secara benar sesuai PP 50 tahun 2012 dan Permenaker 26/Men/2014, dan ISO 45001-2018. Lebih dari itu Konsultan Safety akan membantu perusahaan Anda untuk mencapai K3 kelas dunia, memberikan Safety Leadership Training, Procedure Development dan hal lainnya yang berhibngan dengan K3.