Perlukah memberi Insentif dan penghargaan untuk K3? | Konsultan Safety di Jakarta Ph. 08111346468





Mengapa insentif dan penghargaan penting?

Insentif dan penghargaan untuk karyawan dan pekerja hanyalah salah satu cara untuk mendorong K3 yang baik di lokasi kerja. Insentif dan penghargaan dapat berguna untuk:

  • mendorong orang untuk mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan;
  • memberi penghargaan kepada mereka yang mencapai kinerja kesehatan dan keselamatan yang luar biasa;
  • menghargai mereka yang mendukung secara aktif budaya yang baik di lokasi; mendorong partisipasi dalam inisiatif keselamatan seperti survei;
  • mendorong, menghargai dan memperkuat perilaku aman yang spesifik

Jenis insentif:

  • Hadiah satu kali – untuk individu, atau untuk kelompok.
  • Voucher hadiah bulanan – skema bulanan dimana mereka yang menerima voucher hadiah untuk perilaku aman yang diamati, namanya dimasukkan ke dalam pengundian hadiah untuk menerima hadiah uang tunai atau voucher hadiah untuk sebuah toko.
  • Skema insentif moral – organisasi memberikan Rp.20.000,- untuk amal untuk setiap perilaku aman yang diamati, atau untuk setiap orang yang menghadiri pertemuan K3. Dananya bisa disumbangkan ke organisasi dari masyarakat setempat untuk meminta dana.
  • Hadiah lainnya bisa termasuk voucher belanja, voucher sarapan dll. Ini menunjukkan pengakuan langsung atas perilaku aman dan praktik baik yang diamati oleh individu yang menerima penghargaan dan rekan-rekan mereka. Voucher sarapan mungkin menawarkan makanan dan minuman kantin gratis.
  • Imbalan bulanan yang melibatkan akumulasi pengakuan oleh orang lain, misalnya penghargaan ‘orang yang aman bulan ini’.
  • Penghargaan

Hal-hal penting untuk dipertimbangkan:

  • Sangat penting bahwa skema penghargaan Anda dikomunikasikan sepenuhnya kepada pekerja – setiap orang harus tahu apa yang diperlukan untuk mencapai penghargaan dan apa yang dicari pengamat.
  • Dengan menjadikan skema hadiah Anda sebagai bagian dari rutinitas harian pabrik Anda, Anda akan mendorong partisipasi.
  • Hindari pemberian penghargaan jika tidak ada perilaku tidak aman, berfokus pada imbalan perilaku aman yang dapat diamati.
  • Ikut sertakan subkontraktor, serta karyawan, kelompok yang berbeda

 

Selalu berikan umpan balik tentang pemberian insentif dan penghargaan menggunakan poster, penygumuman di pabrik, rapat tim, atau buletin untuk menentukan yang dapat penghargaan beserta kriterianya. Mengkomunikasikan jumlah penghargaan yang diberikan kepada pekerja menunjukkan bahwa mereka efektif. Namun, penting untuk diingat bahwa ada beberapa orang, meskipun ingin menerima hadiah, mungkin tidak menginginkan di umumkan.

 

Pikirkan dan pertimbangkan dampak penghargaan yang dipilih karena bisa berdampak positif untuk meningkatkan budaya K3 namun juga bisa menurunkan budaya K3 jika pekerja hanya mengejar insentif dan penghargaan. Pekerja bisa jadi akan selalu menunjukkan angka staistik yang bagus atau menyembunyikan data atau kejadian demi mendapat insentif atau penghargaan.

Contoh Penghargaaan yang dilakukan di perusahaan:

Para leader atau semua orang bisa mengapresiasi seseorang yang berkontribusi terhadap K3 dengan memberikan kartu appreasi yang berisi tindakan K3 yang dilakukan dan pemberi appresiasi. Kartu appresiasi ini bisa ditukarkan dengan token jika jumlahnya mencapai lima. Pemberian kartu appresiasi ini membuat pekerja untuk sering melakukan tindakan K3 sedangkan orang lain yang menilai. Dari sisi negatifnya ada beberapa pekerja yang motivasinya ingin mendapatkan token. Namun demikian apapun motivasinya mereka melakukan perbaikan terhadap K3.

Jika Anda memerlukan bantuan untuk bagaimana meningkatkan budaya K3 di perusahaan Anda hubungi Konsultan Safety di Ph. 081219844844 atau WA: 08111346468

Leave a Reply

Your email address will not be published.