Program K3 | Konsultan Safety di Jakarta


Beberapa safety manager sering kehilangan focus terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) program yang harus dibuat sebagai program tahunan karena mereka tidak mempunyai roadmap target, merekantidak bisa membayangkan kondisi ideal dari suatu perusahaan yang baik dengan kata lain mereka tidak punya model yang harus di contoh dalam menerapkan program-program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam perusahaan.

Tujuan utama dari program kesehatan dan keselamatan kerja adalah:

  • mencegah terjadinya kecelakaan termasuk kecelakaan ringan atau cidera,
  • mencegah penyakit akibat kerja baik yang kronis maupun pandemik,
  • mencegah kematian di tempat kerja,
  • menurunkan biaya pengobatan dan asuransi yang disebabkan oleh insiden pada pekerja.
  • Program K3 yang dibuat harus menggunakan pendekatan proaktif melakukan pencegahan dengan menggunakan data-data Safety Observation and Conversation (SOC), data engagement, data hazid, safety report, dll. Dengan penggunakan data tersebut maka kondisi K3 dapat diprediksi baik dari sisi perilaku pekerja yang berakibat pada personal safety event dan pada peralatan yang bisa berakibat pada process safety event. Pendekatan tradisional yang bersifat reaktif – yaitu dengan menangani masalah setelah kejadian yang menyebabkan kerugian baik itu insiden pada pekerja hingga terluka atau sakit, kehilangan jam kerja karena peralatan yang rusak, pelanggaran terhadap peraturan K3, temuan-temuan audit K3 dll.

    Program kerja K3 kerja jangka panjang harus mencakup juga program kerja K3 korporasi yang lebih luas sedangkan program jangka pendek yang merupakan penerapan program kerja jangka anjang di area kerja. Program kerja K3 juga harus terukur pencapaiannya baik sebab itu harus dibuat Performa Indikatornya.
    Secara garis besar program kerja meliputi:

  • Pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
  • Peningkatan kepatuhan dan pemenuhan kepada peraturan dan undang-undang K3
  • Mengurangi biaya kompensasi karena kecelakaan kerja
  • Pendekatan dengan pekerja oleh pimpinan untuk memberi contoh terladan
  • Meningkatkan kesehatan pekerja
  • Menaikan produktifitas dan bisnis
  • Komunikasi issue K3 secara terbuka dan sistem pelaporan
  • Melakukan inspeksi terhadap penerapan sistem dan terhadap bahaya lingkungan kerja dan pendataan bahaya yang ada.
  • Melakukan internal audit K3
  • Melakukan control terhadap bahaya di lingkungan kerja.
  • Pelatihan terhadap kondisi darurat.
  • Melakukan perbaikan terus menerus.
  • Jika Anda membutuhakan penjelasan lebih detail mengenai bagaimana membuat program K3, silahkan hubungi kami Konsultan Safety di Ph. 0812 1984 4844 atau Ph. WA: 0811 134 6468

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.