Mengapa Perlu Melaporkan Kecelakaan Kerja | Konsultan Safety di Jakarta

Budaya safety di beberapa industri kurang berkembang dengan baik dimana kecelakaan sejenis terjadi berulang-ulang. Hal ini dikarena perusahaan tersebut tidak mencatat histori kecelakaan yang terjadi dengan baik dan tidak belajar dari kecelakaan industri lainya yang mempunyai kemiripan proses dan cara kerja. Laporan kejadian kecelakaan sangat penting walaupun tidak terjadi cidera atau kerusakan, oleh karena itu data Leading and lagging indicator harus bisa betul-betul merefleksikan kinerja dari perusahaan dalam hal keselamtan kerja. Ada perusahaan yang dinilai bagus kinerjanya tapi kemudian beberapa waktu mengakami kecelakaan kerja yang berakibat kerugian besar. Tentunya semua orang akan berpikir kenapa? Laporan kinerja tidak merefleksikan kondisi riil dari perusahaan, bisa jadi karena pelaporan kejadian kecelakaan hanya yang bersifat kecelakaan besar saja sedangkan kecelakaan ringan dan nearmiss diabaikan.

Data histori dari pelaporan kecelakaan ini sangat penting sebagai kumulatif kemampuan yang bisa dipakai untuk memproyeksikan kemungkinan-kemungkinan kondisi atau perilaku yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Beberapa diantaranya:

  • sebagai pembelajaran dari kecelakaan yang terjadi
  • untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan tindakan perbaikan supaya tidak terjadi lagi.
  • sebagai tanggung jawab moral dan hukum bagi perusahaan
  • bagian dari dari indentifikasi bahaya
  • untuk pelajaran untuk menurunkan resiko pekerjaan atau memperkuat alat kontrol risiko
  • Untuk memperkuat perangkat penahan resiko
  • sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran pimpinan perusahaan akan tanggung jawabnya.

Laporan kejadian kecelakaan bertujuan untuk mendokumentasi peristiwa kejadian yang bisa di pakai sebagai data untuk proses selanjutnya yaitu investigasi kecelakaan. Oleh karena itu semua kejadian yang berpotensi menyebabkan hal-hal dibawah ini harus dilaporkan:

  • membahayakan orang,
  • membahayakan lingkungan
  • kerusakan barang perusahaan
  • menyebabkan kehilangan produksi
  • menurunnya reputasi perusahaan
  • termasuk:

  • kondisi dan perilaku tidak aman dan tidak sehat
  • Deviasi dari praktek2 yang aman
  • Near Misses dan observasi yang tidak aman
  • harus dilaporkan untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

    Dari data tersebut kemudian bisa di klasifikasi type dari kejadian dan potensi kemungkinan kejadian yang terburuk. Contoh jika terjadi nearmiss, sebuah support besi jatuh dari dinding karena korosi, walaupun tidak mengenai orang namun benda jatuh itu berpotensi mngenai orang jika jatuhnya di area yang sering di lalui orang. Di perusahaan minyak klasifikaasi kecelakaan:

  • MI-Major Incident/Fatality
  • HiPo – High Potential
  • DAFWC – Days Away from Work Case
  • RWC – Restricted Work or Job Transfer Case
  • Medical Treatment Injury / illness Case
  • Loss of Consciousness Case
  • Severe Vehicle Accident
  • Security Incident
  • Fires/ Explosion
  • LOPC
  • Significant near- miss
  • First Aid Injury or Illness
  • Near Miss Events
  • Unsafe / Unhealthy Behaviour
  • Jika Anda memerlukan bantuan untuk membuat prosedure pelaporan kecelakaan bisa menghubungi konsultan safety di 081219844844 atau WA: 08111346468

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.