Teknik Pimpinan Melakukan Komunikasi K3 | Konsultan Safety di Jakarta


Sebagai Pimpinan and manajer perusahaan perlu melakukan management safety engagement kepada pekerja dengan cara meluangkan waktu untuk bertemu dengan pekerja supaya ada ikatan emosional yang berhubungan dengan pekerjan. Kegiatan engagement ada yang menyebut STOP, CARE, SOC, BBS dll, namun secara prinsip tujuan dari engagement ini untuk memotivasi pekerja supaya bekerja dengan cara yang aman dan mau menyampaikan bahaya-bahaya yang mungkin dapat terjadi yang bisa merugikan perusahaan. Oleh karena itu proses management safety engagement harus dilakukan dengan cara yang tulus, penuh rasa hormat, menempatkan diri sebagai pekerja bukan sebagai pimpinan dan memberikan saran-saran dengan cara coaching bukan perintah.

Management Safety Engagement bukan proses meyelidiki seperti polisi maupun proses audit yang mencari ketidaksesuaian, engagement lebih menekankan pada diskusi dengan pekerja untuk kemajuan penerapan budaya keselamatan dengan cara sharing memperkuat kesadaran pekerja akan pentingnya keselamatan kerja dan mau melaksanakan prinsip-prinsip keselamtan kerja. Dua topik yang utama yaitu keselamatan kerja secara pribadi dan teman sekerja yang berhubungan dengan personal safety dan keselamatan peralatan kerja yang berhubungan dengan process safety. Personal safety berhungan dengan perilaku pekerja yang berhubungan dengan lingkungan kerja dan peralatan kerja yang memungkinkan pekerja cidera karena jatuh, kejepit, tertabrak, tesiram dll sedangkan proses safety bayak berhungan dengan kondisi proses dan peralatan seperti terjadinya kebakaran, peledakan, kebocoran dll. Penyebab dari suatu kecelakaan biasanya dikarenakan banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dari sistem. Dengan melakukan engagement, pekerja akan termotivasi untuk memperhatikan lebih dalam tentang kondisi kerja yang bisa membahayakan dirinya dan juga perusahaan.

Salah satu penyebab dari kejadian ledakan di teluk Mexico, di catat oleh Professor Andrew Hopkins, Australian National University adalah Management gagal melakukan safety engagement dengan tidak menindaklanjuti ketika menadapatkan informasi bahwa “test line-up ada masalah tapi bukan hal yang penting.” Jika Anda seorang leader, apakah anda menganggap inforamsi seperti itu merupakan informasi biasa atau merupakan informasi yang penting? Sebagai leader harus punya “feeling unease” yaitu perasaan tidak nyaman jika betul pasti semuanya dalam keadaan terkontrol. Kesalahan kecil bisa menyebabkan impak resiko yang besar. Management Safety Engagement harus fokus pada pekerjaan, peralatan, prosess yang berpotensi menyebabkan resiko tinggi

Hal-hal yang perlu dipastikan selama melakukan management safety engagement:

  • meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya keselamatan kerja
  • menyadarkan akan resiko terbesar yang mungkin terjadi dai area kerja
  • mendorong pekerja untuk memperhatikan sekeliling terhadap kondisi yang tidak normal yang bisa mengarah pada kecelakaan.
  • mendorong pekerja untuk mempelajari bahaya-bahaya yang tidak kelihatan dan melakukan prediksi kemungkin waktu terjadinya kerusakan dan besarnya impak kerusakan.
  • memastikan semua alat kontrol terpasang dan berfungsi dengan baik
  • memastikan langkah-langkah dalam prosedur masih benar dan tidak perlu di perbaiki.
  • memastikan teman sekerja juga berperilaku aman.
  • Teknik melakukan engagement ini sangat penting, sikap, penampilan, cara berbicara, gerak tubuh akan sangat mempengaruhi kwalitas safety engagement. Hal- hal lain mengenai sikap pekerja waktu didekati dan juga waktu meninggalkan mereka? Silahkan kontak Konsultan Safety jika Anda membutuhkan training, coaching dan roll play bagaimana cara melakukan engagemet yang bisa meningkatkan budaya K3. Ph 081219844844 atau Ph/WA:08111346468.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.